Kamis, 23 Juni 2011

Corat-Coret Sederhana Part III:: Forget and Run then You'll (may)Be OK

Begitu banyak hal yang ingin ku katakan bertentangan dengan hal-hal yang seharusnya ku katakan
Karna memikirkan diriku berkata seprti itu membuat diriku tak percaya itu aku, namun dlama hatiku, ku berharap bahwa sekali-kali itu adalah aku
Aku melihatnya dan mengawasiny dari jauh hanya untuk menolak kenyataan yang seprti itu,

Ketika ku berpikir pertanyaan” yang konyol seperti:
 “apa yang salah?”
“Siapa yang salah?”
“seharusnya tidak seperti itu?”
Bukannya berpikir tentang pertanyaan”  yang lebih bisa memberikan solusi dan  menyelesaikan permasalahan seperti :
“apa yang perlu diperbaiki?”
“bagaimana memperbaikinya?”
Bukankah kalimat” itu yang harusnya kutanyakan
Namun saat ku sadari ku juga tidak tahu jawabannya
Dan hal itu membuat ku kesal dan benci entah pada apa

Dan di tengah” hal tersebut jalan yang terlihat baik di mataku hanyalah lupa
Ku ingin lupa..
Lalu berpura-pura bahwa aku baik-baik saja
Ku piker itu cukup bagiku
Untuk sementara..

Corat-Coret Sederhana Part II:: Yang Mana Yang Lebih Sedih?

Sekarang ku tw jawaban dari pertanyaan
:: yang mana yang paling merasa sedih, yang ditinggalkan atau  yang meninggalkan?::

Menurut ku jawqabannya adalah..
Yang meninggalkan
 Kenapa?
Karna ia harus pergi meninggalkan orang yang menyayanginya sendirian dalam kedukaan mereka
Dan hal yang paling menyedihkan adalah ketika ia telah sadar ataupun tidak sadar telah melukai orang” yang menyayanginya
sementara ia curang karna telah pergi dan mungkin saja ia lupa untuk kemabli atau bahkan  tidak kembali sama sekali..

bukankah begitu?

Corat-Coret Sederhana Part I:: Tidak Ada Alasan untuk Berhenti Bahagia

ku melihat sepotong kecil dunia melalu mataku dan memikirkannya dengan pikiran yang masih sperti "katak dalam tempurung",
tapi ku melihatnya, dan itu nyata

ku melihat seorang nenek yang bekerja sebagai tukang parkir di sore hari, tampak lelah dengan peluhnya

di tempat lain ku melihat banyak anak" kecil yang mengamen dan berlari-lari mengejar bus dengan girang, sementara ku melihat ada ibu" yang duduk dipinggir jalan tampak menunggui mereka

dan lagi ku melihat bapak"  yang berjalan tersaruk"  di sepanjang Jembatan Ampera sambil membawa karung yang terlihat berat

Ya
ku memanh hanya melihat sepenggal dunia mereka
namun ku juga melihat bahwa di tempat yang sama dan waktu yang hampir sama, mereka tidak pernah berhenti menyerah
sederhana, tetapi mengagumkan

karna itu ku berpikir bahwa sesungguhnya tidak ada alasan yang layak membuat ku berhenti bahagia
karna setiap detik yang ku lalui dan setiap jengkal hektar tanah yang kulewatti begitu berharga dan sudha seharusnya ku syukuri

saat ku melihat dunia dari balik jendela bus yang bising dan penuh kehidupan
ku melihat dunia begitu cepat dan hitam putih
namun ketika ku melihat semua itu, ku sadari dunia ternyata begitu berwarna
bahkan warna biru, merah atau kuning takkan mampu melingkupi semuanya
sekali lagi kutemukan kenyataan indahnya dunia dan ku bersyukur karna tahu kemana harusnya ku berterima kasih

have fridayken :)

Kamis, 02 Juni 2011

Pakaian Tradisional Korea


KOREA
Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.

Hanbok atau Chosŏn-ot
Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Hanbok itu sebutan pakaian tradisional Korea. Istilah Hanbok itu berasal dari kata han dan bok. Han adalah sebutan untuk orang Korea: orang Han, sedangkan bok adalah pakaian. Jadi, saat kita menyebut Hanbok sebenarnya kita menyebut "pakaian orang Han".
Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Sejarah
Hanbok pada masa Tiga Kerajaan

Pakaian Raja dan Ratu Kerajaan Silla
Tau dengan yang ini?

Atau yang ini?
Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang.








Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.

Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

Periode Goryeo
Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.


Periode Joseon
Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.
Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.
Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.
Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.
Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala sangtu, sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang. Wanita berkedudukan sosial tinggi seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut Gache.
Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai pengencang atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wanita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.
Pria menggunkan gat, topi yang dianyam dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau kelas.





Periode Sekarang
Ini tak jauh berbeda dari aturan yang telah ada sejak masa Dinasti Joseon pada abad ke-15. Waktu itu para gadis memakai chima merah dan jeogori kuning. Pada waktu pesta perkawinan yang dilanjutkan dengan acara menghormat orangtua dan mertua, perempuan dari kelas bangsawan telah memakai warna merah dan hijau itu. Warna-warna pada pakaian tradisional korea yang semarak memang sesuatu yag unik dan dimaksudkan untuk menghalangi roh jahat.
Bentuk hanbok yang sekarang dipakai, dipolakan pada masa Dinasti Joseon yang berdasarkan Konfusianisme pada abad ke-15. Namun, dasarnya sudah ada sejak masa Tiga Kerajaan (57 SM-668 M). Di Kerajaan Silla tahun 648, pakaian semacam itu telah dipakai oleh perempuan bangsawan, juga pada masa Dinasti Goryeo (nama yang kemudian menjadi Korea) setelah itu.
Model bagi perempuan yang sejak masa Dinasti Joseon dan berlaku sampai sekarang adalah gabungan chima dan jeogori, yang ditutup dengan pita satu sisi itu. Kelihatannya pakaian itu tampak nyaman karena lebar leluasa sambil tetap menampilkan keindahan bentuk leher dan lengkung bahu perempuan.


Hwalot, pakaian pengantin
Hanbok digunakan diklasifikasikan berdasarkan peristiwanya: pakaian sehari-hari, termasuk untuk hari ulang tahun pertama anak. Ini yang terjadi pada hanbok, pakaian tradisional Korea. Walau pakaian model Barat adalah yang umum digunakan dalam kehidupan modern ini, hanbok masih dipakai, terutama pada hari-hari raya dan acara-acara seperti perkawinan. Pada hari Chusok, Hari Bersyukur Korea, bahkan di jalan-jalan Kota Seoul pun banyak orang memakai baju tradisional itu.
 
Pola Hanbok
Pola tradisional hanbok memiliki kombinasi garis anggun dan warna yang menampilkan keindahan dari hanbok tersebut. Bentuk pola hewan, tumbuhan, dan pola alam lainnya ditambahkan pada pinggiran rok, maupun pada bagian luar dari kerah disekitar bahu.
warna-warni pakaian hanbok selalu memiliki perpaduan yang alami, seperti: warna putih dengan merah, warna merah muda dengan biru, warna kuning dengan biru, warna biru dengan merah atau warna hitam dengan kuning.

perpaduan warna indah pakaian orang Han tersebut didasarkan pada konsep eum & yang dan wu hsing. Konsep ini muncul dari keyakinan akan energi eum & yang yang menciptakan bumi dan langit, sekaligus juga lima elemen yang ada, yakni: bumi, kayu, api, logam dan air).
Lima elemen tersebut termanifestasikan ke dalam warna kuning, biru, merah, putih dan hitam. Warna kuning melambangkan bumi. Biru melambangkan kayu. Merah melambangkan api. Putih melambangkan logam. Hitam melambangkan air. Kelima warna ini disebut dengan obangsaek.
Lima warna obangsaek ini memiliki makna tersendiri, yakni: kuning adalah pusat dari alam jagat raya ini, biru adalah kreatifitas dan keberuntungan, putih adalah kemurnian dan kebenaran, merah adalah cinta dan hasrat, dan hitam adalah kebajikan.
Perpaduan warna pakaian hanbok yang didasarkan melalui obangsaek menunjukan keluhuran kebudayaan Korea, sama seperti kebudayaan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia ini. Setiap hasil kebudayaan, baik itu berupa kreasi makanan, pakaian, arsitektur, dan sebagainya, pasti memiliki 'makna' tersembunyi di dalamnya.
 

Bagian-bagian Hanbok
Hanbok untuk Wanita
Jeogori : Bagian atas hanbok seperti rompi
Dongjeong : Bagian kerah berwarna putih.
Otgoreum : Tali yang mengikat Jeogori, fungsinya seperti kancing di Era Modern saat ini. Tali ini menjuntai di atas Jeogori hingga ke atas rok (chima). Dapat pula menjadi hiasan hanbok
Baerae : Jeogori dengan bentuk lengan pendek atau disebut juga magoja
atau rompi luar.
Chima : Rok terluar dengan warna-warna ceria.
Sokbaji : Dalaman chima dengan bentuk seperti celana.
Sokchima : Dalaman chima dengan bentuk seperti rok.
Beoseon : Kaos Kaki
Hanbok untuk Pria
Gat : Topi pria Korea
Jeogori
Sokgui : Bagian dalam Jeogori
Durumagi : Pakaian terluar yang dipakai pada waktu-waktu tertentu, dipakai setelah Sokgui.
Baji : Celana
Sokbaji : Dalaman baji
Kkotsin : Sebutan untuk sepatu yang terbuat dari sutra
Beoseon: sepasang kaos kaki. Bentuk dari beoseon sebenarnya tidak merefleksikan perbedan gender penggunanya, baik pria maupun wanita. Hanya saja beoseon pria memiliki pelipit lurus.



Terima Kasih :)







Rabu, 18 Mei 2011

Pakaian Tradisional Bangsa Han (China, Jepang, dan Korea)

well, apa kabra temen"?
sudah lama g ngeblog lg
heee
maklum males,, mksdny lg gak ad bahan
heee :p
so,, sekarang ane mw bahas atau jelasin pakaian" tradisional bangsa Han (Asia  Timur), mulai dari negara China yg rame pake sutra trs yg  kayak di film Putri Huan Tzu, trs ke jepang, negeri kimono, trus k Korea, yg terkenal dgn pakaian Hanboknya yg imut gtyu...
hahahahha
so just cekidot guys.... :ngacir2


CHINA
Pakaian tradisional China yang dipakai saat menghadiri upacara-upacara penting seperti jamuan perkawinan dan Hari Raya Tahun Baru Cina dipanggil qipao. Yang ironiknya, pakaian ini tidak berasal daripada kebudayaan bangsa Han tetapi merupakan pengadaptasian pakaian Manchu, kelompok etnik yang memerintah China antara abad ke-17 (1644) hingga awal abad ke-20.
 Banyak orang menganggap “Qipao” (istilah untuk pakaian adat etnis Manchuria) pakaian tradisional China dikarenakan bangsa Manchuria adalah penguasa selama periode dinasti terakhir yaitu Dinasti Qing (1644-1912). Sebenarnya, Qipao adalah busana etnis Manchuria, bukan China.
Pakaian asal Bangsa Han adalah Hanfu. Baju tradiosional Jepang dan Korea pun diinspirasi dari pakaian Hanfu. Oleh karena itu, Hanfu bisa disebut sebagai nenek moyangnya pakaian tradisional bangsa Asia Timur (dalam trit ini ane cuma membahas 3 negara besar, China, Jepang, dan Korea)

Hanfu
Hanfu,  demikian sebutan untuk busana adat tradisional China, tepatnya pada masa beberapa Dinasti, Tang (618-907), Song (960-1279), dan Ming (1368-1644) - Tiga periode yang dianggap penting semasa kaisar Han memerintah China selama tetangga kelompok minoritas dan budaya mereka berkembang. Han Cina pakaian, atau Hanfu (TC: ; SC: ; pinyin: hànfú;; harfiah “Busana dari orang Han”) merujuk kepada pra-abad ke-17 pakaian tradisional dari China Han, yang dominan dari kelompok etnis China.
Banyak kostum tradisional dari negara-negara Asia, seperti scorpio di Jepang, bersama dengan manusia tradisional Korea Hanbok dan Vietnam ao dai, berasal dari Hanfu dan memiliki gaya yang sama seperti Hanfu. Berbeda dengan Cina, Jepang dan Korea pakaian tradisional telah diawetkan selama berabad-abad, dan dekat dengan ciri khas pakaian pra-Manchu yaitu pakaian Hanfu.
Hanfu telah membentuk gaya kostum tradisional dari banyak negara-negara Asia lainnya. Beberapa negara seperti Vietnam, yang sering baik yang pengikut negara atau langsung di bawah kendali China sebelum 1884 (saat Perancis invaded Vietnam), pakaian tradisionalnya yang sama persis dengan Hanfu. Negara-negara Asia lainnya ‘kostum tradisional’nya, seperti Kimono Jepang dan Hanbok Korea, memiliki beberapa perbedaan dari Hanfu.
Dibandingkan dengan Jepang Kimono, pakaian tradisional Korea jauh lebih mirip dengan Hanfu. semua kostum tradisional dari negara-negara Asia dipengaruhi oleh Hanfu, Kimono Jepang yang paling berbeda dari yang asli. Namun, semua manusia tradisional yang disebutkan di atas mewarisi keunikan Gaya Hanfu: Youren dan lengan lebar.

Sejarah
Hanfu meliputi semua jenis pakaian tradisional yang dikenakan oleh kelompok etnis Han Cina. Oleh karena itu, ia memiliki sejarah sepanjang sejarah dari orang Cina Han. Hanfu telah dihapuskan oleh Manchu Invaders secara paksa di abad ke-17, dan tidak terlalu terkenal di Cina saat ini, kecuali di bebrapa daerah kecil yang masih membela kebangkitan dari Hanfu sebagai pakaian nasional Cina.
Hanfu sendiri memiliki sejarah tercatat lebih dari 3.000 tahun. Ia dikenakan oleh orang Cina Han dari semi-legendaris Dinasti Xia (c. abad 21 SM - abad 16 SM) semua cara untuk Dinasti Ming (1368-1644).
Hanfu telah dianggap oleh Cina Han penting sebagai bagian dari budaya mereka. Yang memakai gaya yang tepat dari Hanfu merupakan bagian dari perbaikan perilaku sopan santun. Confucius dianggap sebagai bagian pengaruh Hanfu yang sangat penting dari Cina dan upacara ritual dan banyak dari kutipan berisi referensi ke Hanfu.
Kehilangan Hanfu
Hanfu menghilang di awal-awal Dinasti Qing (1644-1911). Mengambil keuntungan dari perubahan politik dan yang sering populer disebut rebellions convulsing Cina, yang sangat terorganisir angkatan tentara Manchus aparat kepolisian ke dalam modal Ming di Beijing 1644 (yang sebelumnya telah jatuh sendiri ke pasukan pemberontak di bawah pimpinan Li Zicheng), dan dibentuk pada Dinasti Qing.
Penegakan kebijakan yang cepat, brutal, dan efektif. Hanfu diganti oleh gaya pakaian Bangsa Manchu, dan segera setiap laki-laki Han Cina mengenakan pakaian Manchu dan serba berkucir. Namun tanpa dukungan tradisional dari istana, perempuan mulai mengganti hanfu pakaian mereka dengan gaya yang dipengaruhi oleh kekaisaran pengadilan dan Hanfu telah  hilang dalam aturan abad Qing. Saat ini setelah jatuhnya Dinasti Qing di 1911, pakaian Manchu dan kucir menghilang dengan cepat dan dipengaruhi oleh gaya berpakaian Barat.

Ciri khas dan Bagian-Bagian Pakaiannya
Orang China menyebut negara mereka “bangsa terdepan dalam hal busana, upacara dan norma.” Selalu ada desain berbeda untuk tiap kesempatan berbeda, dan setiap desain selalu mewakili satu unsur filsafat tradisional.
Misalnya, kelim pakaian di bagian tengah punggung harus terjahit lurus. Peraturan ini menyuratkan arti “lurus” yakni orang yang berbadan tegap atau tidak bungkuk.
Semua potongan harus dibentuk melingkar sebab berkaitan dengan keharmonisan. Ada beberapa gaun yang terdiri dari 12 bagian yang melambangkan 12 bulan dalam setahun.
Tidak ada penggunaan kancing dalam busana hanfu. Sebagai gantinya, terdapat tali-tali pendek pada bagian samping yang saling diikatkan untuk mengencangkan pakaian. Simpul selalu harus diikat di sisi kanan, yang menurut Taoisme merupakan sisi “Yang”. Sementara mengikat di sisi kiri, atau sisi “Yin” melambangkan bahwa ada salah satu anggota keluarga atau teman yang baru meninggal.
Penggunaan tali dan simpul semacam ini membuat busana Hanfu sangat nyaman dipakai karena mudah disesuaikan menurut ukuran dan bentuk tubuh masing-masing orang. Oleh karena itu, busana Hanfu lebih mudah pas di badan daripada busana modern karena struktur pakaiannya yang menghasilkan bentuk tubuh.
Unsur keharmonisan dan proses penyelesaian merupakan elemen kunci dari desain busana Hanfu..
 “Pakaian tradisional China mencerminkan kemurnian baik dari segi keindahan dan keanggunan desainnya juga kesantunan bangsanya.”
Pakaian ini terutama terdiri dari dua bagian, yang Yi (mantel) pada bagian atas dan Shang (rok) di bawahnya. Manset lengan yang telah sempit. Yi yang tidak memiliki kancing dan tetap dengan luas sekitar pita pinggang diikat pinggang.

Jenis-Jenis Hanfu
Ada dua jenis Hanfu berdasarkan gaya lengan: luas dan sempit.
Yang telah melewati leher dan diikat ke kanan, dikenal sebagai “Jiaoling Youren”. Yi yang tidak memiliki kancing tetapi memiliki pita pinggang terikat di sekitar pinggang untuk penutupan. Kadang-kadang orang juga berbai’ah hias dekorasi terbuat dari giok di pinggang pita pinggang juga. Panjang dan celana rok bervariasi dari mencapai lutut hingga mencapai tanah.
Shenyi adalah jenis lengkap, satu potong jubah yang link yang Shang Yi dan bersama-sama untuk menyelesaikan tubuh. Ia dipotong secara terpisah tidak dijahit bersama. Bernama Shenyi karena ketika itu dikenakan “tubuh adalah sangat berikan”. Shenyi melanjutkan Hanfu’s karakteristik Jiaoling Youren dan membuat dampak besar pada masyarakat. Semua orang dapat memakainya tanpa memandang jenis kelamin, profesi atau kelas sosial. Selama waktu ini, tenun dan pencelupan teknik yang sudah sangat maju, karena banyak pola rumit dan megah yang sudah muncul pada pola Hanfu.




Qipao dan Chengosam
Cheongsam adalah pakaian wanita dengan corak bangsa Tionghoa dan menikmati kesuksesan dalam dunia busana internasional.
Nama “Cheongsam” berarti “pakaian panjang”, diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dari dialek Propinsi Guangdong (Canton) di Tiongkok. Pada daerah lain, termasuk Beijing, dikenal dengan nama “Qipao”, yang terdapat asal usul dibelakangnya.
Pada awal bangsa Manchu (Dinasti Qing) menguasai Tiongkok, mereka mengorganisasi rakyat, terutama bangsa Manchu, ke dalam “panji” (qi) dan disebut “rakyat panji” (qiren), yang lalu menjadi sebutan bagi seluruh bangsa Manchu. Wanita bangsa Manchu mengenakan pakaian yang lalu dinamakan “qipao” atau “pakaian panji”.
Revolusi tahun A.D. 1911 menggulingkan kekuasaan bangsa Manchu, namun kebiasaan pakaian wanita bangsa Manchu tetap bertahan, kemudian dikembangkan dan menjadi pakaian tradisional wanita bangsa Cina.
Mudah dikenakan dan nyaman, bentuk pakaian Cheongsam cocok dengan bentuk tubuh wanita bangsa Tionghoa. Leher tinggi, lengkung leher baju tertutup, dan lengan baju bisa pendek, sedang atau panjang, tergantung musim dan selera. Memiliki kancing di sisi kanan, bagian dada longgar, selayak di pinggang, dan dibelah dari sisi, yang kesemuanya semakin menonjolkan kecantikan dari wanita yang mengenakannya.
Sejarah
Pada awalnya,â¦â¦ Ketika Dinasti Qing (Manchu) menjajah daratan China, muncul suatu strata sosial yang disebut sebagai Banner People, mereka mengenakan pakaian perempuan Manchu yang dikenal sebagai qípáo. Pada tahun 1644 pemerintah Qing menerbitkan undang-undang bahwa semua perempuan Han dipaksa mengenakan qipao bukan pakaian tradisional Han, dibawah ancaman hukuman mati. Aslinya qipao besar dan longgar, menutup sebagian besar tubuh wanita mulai dari leher hingga keujung tangan dan ujung kaki.
Ketika Manchu memerintah China selama Dinasti Qing, muncul strata sosial tertentu. Wanita Manchu biasanya mengenakan gaun terusan yang kemudian dikenal sebagai qípáo (旗袍). Qipao dipakai agak longgar dan menggantung lurus ke bawah tubuh. Di bawah hukum dinasti Manchu setelah 1636, semua orang China Han dipaksa untuk memakai pakaian qipao meskipun Manchuria qipao bukanlah pakaian tradisional China Han (发易服).
Namun setelah 1644, Manchu melepaskan maklumat ini, yang memungkinkan suku terbesar China yaitu Han untuk terus memakai Hanfu, pakaian tradisionalnya, secara bertahap orang-orang dari China Han malah mulai mengenakan qipao dan Changshan. Dalam 300 tahun berikutnya, qipao menjadi pakaian yang diadopsi dan akhirnya disesuaikan dengan preferensi penduduk. Begitu popularitasnya bentuk pakaian ini sehingga bisa selamat dari kekacauan politik tahun 1911 saat Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing.

Qipao
Sebelum bernama cheongsam, busana ini bernama qipao. Berbeda dengan cheongsam yang dikenal saat ini, qipao berpotongan longgar-lebar dan hanya memperlihatkan bagian kepala dan jari. Busana ini juga terkesan menggantung lurus di bawah tubuh dengan rok berbentuk “A”. Qipao mudah dijumpai di China, khususnya China Han sekitar 1636.
Di sana, ketika itu, wanitanya diwajibkan mengenakan busana itu. Baik mereka yang sudah tua atau muda. Potongannya juga sama antara setiap kelompok usia. Dalam perjalanan waktu, qipao mulai mengalami perubahan bentuk.
Qipao aslinya lebar dan longgar. Menutupi sebagian besar tubuh wanita, hanya memperlihatkan kepala, tangan, dan ujung jari kaki. Sifat yang longgar pakaian ini juga berfungsi untuk menyembunyikan sosok pemakainya tanpa memandang usia. Dengan berlalunya waktu, qipao mengalami penyesuaian. Versi modern, yang sekarang dikenal populer di China sebagai "standar" qipao, pertama kali dikembangkan di Shanghai setelah 1900, setelah Dinasti Qing jatuh. Beberapa orang yang lebih modern dan bergaya dalam berpakaian mengubah qipao tradisional agar sesuai selera mereka . Qipao baru pun terbentuk menjadi ramping terpotong agak tinggi dan tentu saja sangat kontras dengan qipao tradisional.
Namun model ini malah menjadi sangat populer waktu itu. Pada sekitar 1920, qipao modern muncul pertama kali di Shanghai karena mendapat pengaruh dari Beijing. Kesan itu terdapat pada qipao yang memiliki ornamen termasuk kerah Shanghai yang kini melekat sebagai pakem cheongsam. Potongan busana itu pas dengan badan dan lebih tinggi.
Dengan model tersebut, qipao kemudian sangat diminati dan identik dengan busaa wanita kalangan menengah ke atas. Selain pas di badan, qipao dikenal dengan bentuk sebagai baju panjang. Sehingga saat itu dikenal dengan istilan zansae yang berarti pakaian panjang.
Dalam bahasa Mandarin, istilah tersebut dikenal dengan changsan. Sedangkan, orang Barat mengenalnya dengan istilah cheongsam.

Cheongsam
Cheongsam versi modern memang untuk menonjolkan sosok perempuan dan sangat populer sebagai pakaian bagi masyarakat kelas atas. Saat mode Barat berubah, desain cheongsam berubah juga menjadi berleher tinggi tanpa lengan. Pada 1940-an, cheongsam dibuat dengan berbagai jenis kain dan berbagai macam aksesoris
Banyak pelayan di restoran China di seluruh dunia, terutama para resepsionis, mengenakan cheongsam sebagai seragam. Cheongsam yang dikenakan biasanya panjang sampai ke lantai. Cheongsam dengan belahan tinggi sampai pinggang atau pinggul, dan biasanya tanpa lengan. Sering terbuat dari sutra berwarna cerah atau satin dengan bordir-bordir china. Seragam ini sering dianggap terlalu seksi untuk dipakai biasa sehingga hanya dipakai di tempat kerja dan disimpan di tempat kerja pula. Para pelayan berganti pakaian santai sebelum pulang.
Pada revolusi komunis di China 1949, misalnya, para emigran membawa cheongsam sampai ke Hong Kong. Di daerah tersebut, cheongsam menjadi busana yang popular. Kemudian, setahun kemudian, pada pekerja Hong Kong menggunakan cheongsam sebagai busana yang lebih fungsional.
Pict For Cheongsam





 Pict for Qipao



Pict for Qipao to Cheongsam



PAKAIAN TRADISIONAL CINA YANG LAIN

SAMFOO
Samfoo adalah baju pendek yang biasanya dipadankan dengan seluar.
Pakaian ini sesuai digunakan oleh lelaki dan perempuan cina.
Lazimnya samfoo diperbuat daripada fabrik satin cina dan ditenun dengan motif-motif tertentu.

JUBAH LABUH
Jubah labuh dipakai oleh kaum lelaki cina.
Pakaian ini sesuai digunakan dalam majlis dan upacara tertentu.
Kebanyakan jubah labuh masih dihasilkan di China.

BAJU SHANGHAI
Baju Shanghai ialah baju pendek yang dipakai oleh golongan wanita.
Ianya dipadankan bersama skirt atau kain labuh.


Rabu, 30 Maret 2011

Karunia Terindah

alhamdulillah
mungkin tiu yg seharusnya kukatakan pertama kali
hahhahah
seneng banget
Allah murah hati dan tw apa yg paling q butuhkan sekarang
setelah semua rengekan ups :P
akhirnya.....
ENG ING ENG
i got hollidays, sebenarnya bukan liburan sih tapi rakerda kegiatan mahsiswa
tapi.....
tetp sja q seeneeeeeeeeeeeeeeeeng bgt bisa jalan" wlwpn sebentar ke Pagar Alam
kota yg indah dan cantik, sejuk, bersih, dan jauh dari hiruk pikuk kota yg riuh dan panas
*airny sja pagi" kayak air es... disiram ke kepala,, bikin kepala puyeng kayak habis makan es batu bulat"*maksudnya kotak" :P
masih bisa kubayangkan tempata favorit ku disana
lapangan hijau yang dipagari oleh kebun teh dan langsung berhadapn dengan Dempo Yama*baca : Gunung Dempo
masih bisa kubayangkan dalam benakku, seakan aku masih ada disana
angin sejuk*yg bisa dibilang dingin berhembus dari arah samping
meniup rambut dan penatku
masih bisa kubyangkan ketika aku hanya berdiri tegak diam sendirian di tengah lapangan hijau itu
menikmati angin yang mengalir di sela-sela rambut dan jariku, meniuo lembut rok dan almamaterku
ketika kubuka mata pun dapat kulihat langit biru cerah dengan permainan awan yg begitu indah
ketika kuhirup, dapat kurasakn wangi tanah lembap dan rumput basah karna embun
pemandangan yang terus terpatri dalam benakku
subhanallah,, begitu indah

selain pemandangannya yang begitu indah,, teman" panitia dari Pagar Alam juga ramah" dan menyenangkan
hanya dalam 2 hari 1 malam,, semua tampak begitu akrab

bahkan di hari perpisahan,, ketupelnya menangis dan beberapa teman" yg lain juga ikut menangis dan terharu...
syukur alhamdulillah
walaupun sebentar,, tp itu semua begitu berharga
:)

Minggu, 13 Maret 2011

Please Help Me,, I Need a Holiday

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Pengen q teriak,, yup yup yup
Tereaaaaaaaaaaak sekuat2nya

Ooooh

Mungkin q hanya lelah saja
Yup, ini Cuma hari2 yg buruk saja

Y hanya Bad Days

Q ini memang krng bersyukur mgkn ya
Pdhl mgkn saja Hari2 q tidaklah seberat itu,, tdk seberat Mereka2
Mgkn jika q menuliskan ini,, q bisa sedikit merasa lega

Q harap…

Masalah yg q hadapi sebenarnya tdklah terlalu berat
Sdh q bilang shrsny q bersyukur,, bknny menangis2 tersedu
Sungguh q ini tdk tahu malu
Aaahh jd mewek lg dh hikz
Q tdk akn menyebut hal2 ini masalah karna q tkt saat mmikirkn ini adlh masalah,, maka hal2 itu akn bnr2 menjadi masalah bagi q

Tolong….

Ini cma hal biasa yg sdng tdk bisa q bwt jd “baik2 saja”* hahahahaha

Q mohon…

Jd kapan ceritanya nih?? Heeee
Hal2 yg sdg q pikirkan, dan sdng dlm kondisi buntu :

Tomorrow will be better...

1. SSI,, ada bnyk yg q pikirkan ttg hal ini,, kekhawatiran, ketakutan, amanah. semua itu menjadi satu mneggumpal dlm otak q
Pdhl sbnrnya tdk bnyk hal yg tlah q perbuat
Malah Q ini terlalu santai dlm menjadi skretaris………..

Maaf ya
Proposal, surat tugas blm dibuat…. Bingung!!!!!!!
Sharusnya q lebih ulet lg, lebih tekun lg
Shrusnya….

2. Kopma, ini yg menjadi pikiran q… “hutang” 60 rbunya blm dibayarrrrrrrrr!!!
Mana lg Kanker hikz*again
Cari dwt kemana,, minta ortu g tega, mereka jg lg deficit
Kerja sambilan ketumbur kuliah
Mmg sh sekarang lg nekunin jd asisten penyalur buku,, tp blm ada yg beli*sbenarnya ada,, tp msh dkt
Hrs cari tambahan lg sebanyak2nya,, tp yg mw beli jg rata2 lg kanker semua*gawat iki

Kmrn sdh coba beasiswa PPA,, tp blm ada kbr lulus apa g*smoga lulus,, klaupun lulus uangnya bakaln lama turunnya*emngny hujan:P
Pdhl butuh dwt cepat, kl minjem istilah englishnya sh ASAP gytu…
Hahahahhaha*tawa hambar
Coba2 ngelamar jd LO SEA GAMES*moga lulus
Juga blm ada kejelasan smapai skrng,, saingan yg berat bwt q nervous,, itupun eventnya msh lama, 11-11-11*sekalian promosi
Dengerin curhat nyokap bikin q miris,, jd tambah g tega,, bahkan untuk beli buku kuliah

Huaaaa,,, tolongin….

3. KP juga mw ngadain acara trainingship gtyu*awww
Ditengah2 acara sibuk2nya ngurus SSI
G bantu,, g enak sama boss disana hahahhahah *ampun kak F
Bantu, q sndri yg paranoid duluan heee

I see ur true colors…
Don’t be sad girls, just move on, slow down, easy, but u must make it fine

4. Q paranoid dgn kesehatan q sendiri,, baik jiwa maupun raga*hahhahahah
Badan q kok tambah kurus?
Kenapa smkin sulit bgi q mengatur jihad cair q*ups?
Q ngeliat kl pd dirikuku ada tanda2 kena penyakit kencing manis dini
Gejala skit kepala q tambah sering kejadian
Khawatir……
Paranoid…….
Takut……….

Ternyata q jg takut lemah,,, takut akan kematian,, takut kl q menghadap Allah msh dlm keadaan serba kekurangan
Haaaaaaaaaaaaaaah….
Bahkan q tdk bisa mnceritakan hal ini kpd siapa2,, q bhkn tdk berniat menunjukkan blog ini pd siapapun lg
Malu….

Apa ada yg mw menerima kekurangan q jika ia q beritahu?
Q ragu akan hal itu

5. Tugas2 kuliah yg numpuk,,, heeeiiiiii
Sbenarnya yg ini g ush q keluhkan
Toh ini emg tanggung jwb q,, sherusnya bisa q kerjakan pelan2 tp selesai kn????



Peluk q,, dan katakanlah semua akan baik2 saja
Jangan tinggalkan q,, takut2 q takut
Tolong q
Ingin q menjerit seperti itu
Tp q jg benci diriku yg seperti itu
Lemahnya betapa lemahnya diriku
Menangis dan minta tolong
Padahal q sndri yg memnita hal2 ini,, pdhl hl ini q btuhkan agr q semakin dewasa
Tp tetap saja
Tetap saja
Tangis, pengharapan agr org lain tw dan menerima ku
Memelukku dan menolong ku, jd batu pijakan ku,, kayu pengeak diriku

Tpi aku bahkan tdk tw
Cz my dream is bursting at the seems

Bodoh kn diriku ini??
Lemahnya , tdk berharga tdk tw malu
Seharusnya q bersyukur mengingat akn semua naugerah2 yg telah diberikan
Q punya ortu yg tdk pakai narkoba, cerai  ataupun, menyiksa q, menjual q, atau membunuh q
Q punya rumah untuk tinggal, pnya nasi untu dimakan, punya baju untuk dipakai, q puny agama dan tuhan untuk q pegang
Meningat itu semua sdh seharusnya q bersyukur kn?!!!
Tp mmalukan,, q menangis
Q menangis karna hal2 remeh temeh masalah duniawi ini????
Betapa malaikat2 akan mentertawakn diriku

Laugh n laugh

Memalukan
Tp q tetap saja berharap akan pertolongan org lain?
Q menangnis seakan mslh q lah yg paling terberat di dunia
Pdhl ap?
Tdkah aku ingat, di sana, di ujung dunia ini
Ada saja anak yg harus mengemis untuk dpt mendapat memnuhi perutnya dgn sesuap nasi untuk satu kali dalm sehari
Yg selalu memandang iri ketika melihat pakain anak lain yg sdkt lbh bagus drpd miliknya
Yg perlu susah untuk membayar uang sekolah,  atupun iri melihat mereka yg bisa sekolah,, smentara dirinya tdk
Yg mungkin berharap agr mereka tdk perlu lahir
Pdhl dunia ini begitu indah,, sharusnya mereka jg dpt merasakn anugerah2 yg q rasakan
TDK TAHU MALU!!!
Q katakan kalimat itu pd diriku sendiri karna telah menagis
Q harusnya lebih tabah lg
Lebih kuat lg
Q hrs bertahan hidup
Demi cita2 ku untuk menolong mereka
Membuat dunia lebih baik lg
Tolong q
Maaf ya,, cerita remeh begini hrs q tuliskan disini
Sbgai ganti mengharap org lain yg  akan membantu q tegak
Q mohon berikan saja q kekuatan, ketabahan, dan kebijaksanaan untuk tetap bertahan
Dan berjuang demi cita2 yg baik
Tolong lah
Dan kurasa ini Cuma hari buruk saja
Tdk ap2
Mgkn q hanya butuh liburan sbntr
Tp tdk ada pun tdk ap2
Karna besok smua akan kembali membaik

Walau makan susah
Walau hidup susah
Walau tuk senyum pun susah
Rasa syukur  ini krna bersamamu juga ssh dilupakan

Walau makan susah
Walau hidup susah
Wlalau tuk senyum pun susah….
Rasa syukur ini karna bersamamu jg ssh dilupakan
Oooh
ku bahagiaaaaa
ku bahagia…..